Tentang Madani International Film Festival
Festival Film Internasional Madani bertujuan menggambarkan kehidupan kaum Muslimin di berbagai belahan dunia, baik Muslim menjadi mayoritas maupun minoritas.
Dengan demikian, khalayak di Indonesia lebih memahami beragamnya kehidupan, mimpi dan harapan, dari kaum Muslim yang lain, yang akan menumbuhkan rasa persaudaraan dalam keberagaman yang ada. Madani pertama kali diselenggarakan pada 2018 dan menjadi festival film pertama di Indonesia yang berfokus pada isu keragaman masyarakat muslim dunia.
Istilah Madani & Tatanan Warga
Madani adalah sebuah kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki tiga dimensi makna mendasar:
- Hak Sipil: Berhubungan dengan hak-hak kewargaan, kebebasan berekspresi, dan kesetaraan dalam ruang publik bersama.
- Perkotaan: Berakar dari kata madinah (kota dan polis), merefleksikan dinamika kehidupan urban yang saling terhubung.
- Keberadaban: Menegakkan norma dan etika hidup bersama yang ditopang oleh penguasaan ilmu pengetahuan, kesenian, dan spiritualitas yang inklusif.
Masyarakat Madani merupakan terjemahan ke dalam bahasa Indonesia dari civil society, yang merujuk pada teladan tatanan masyarakat madani yang adil, terbuka, dan menjunjung tinggi penghormatan terhadap martabat sesama manusia.
Empat Matra Penopang Festival
Kerangka konseptual yang menopang seluruh program pemutaran film, forum wacana, dan aktivasi ruang festival.
Living Islam
Islam Keseharian & Keragaman
Wadah bagi film, narasi, dan gagasan mengenai dinamika dunia Islam, berfokus pada pengalaman nyata sehari-hari masyarakat lintas kelompok dan strata sosial di berbagai belahan bumi.
Civilization
Etika, Pengetahuan & Kesenian
Eksplorasi aspek peradaban melalui forum diskusi, lokakarya, masterclass, pameran arsip, dan pertunjukan seni yang mempertemukan pemikiran kritis antarbangsa.
Civic / Warga
Kehidupan Sipil & Ruang Publik
Merevitalisasi makna madani sebagai tata warga atau civil society. Menguatkan keterlibatan komunitas, kesetaraan akses, dan keberdayaan ruang publik bersama.
City / Kota
Aktivasi Ruang & Mobilitas Urban
Festival gagasan tentang kota yang berakar pada kata madina. Menjelajah ritme perkotaan Jakarta yang menjalar, ruang hidup komunal, dan konektivitas warga.
Program Kolaborasi Khusus
MIFF 2026 berkolaborasi dengan institusi, universitas, dan inisiatif independen untuk memperluas ruang dialog kewargaan.
Madani x ACFFEST KPK
Pemutaran film pemenang kompetisi Anti-Corruption Film Festival KPK dan sesi diskusi kritis integritas warga bersama sineas muda.
Madani x Santri Film Festival
Screening film karya sineas pesantren dan workshop producership produksi film independen.
Madani x UIII
Tribute to John L. Esposito: Islamophobia: Myth or Reality? An Espositian Critique bersama Putut Widjanarko, Ph.D dan Dr. Ridwan Al-Makassary.
Madani x Jakarta Book Party
Silent book reading, bedah buku tematik, dan pertunjukan seni akustik berbasis literatur alternatif.
Madani x Alitra Publishing
Kelas menulis fiksi, penerbitan naskah, dan diskusi tradisi sastra pesantren nusantara.
Madani x Marjin Kiri
Peluncuran dan diskusi buku Melawan adalah Tindakan Iman, Pemikiran Etika Ali Shariati karya Ekky Imanjaya.
Madani x Festival Film Jelek (FFJ)
Pemutaran karya dan diskusi terbuka mengenai estetika sinema alternatif dan gerilya komunitas.
Jejaring Komunitas Madani
Komunitas, kolektif film, dan simpul warga yang menjadi ruang temu rimpang bersama festival:
Partisipasi & Pertumbuhan Festival
Antusiasme pembuat film dan penonton internasional sejak edisi perdana 2018.