Living Islam
Wadah bagi film, narasi, dan gagasan mengenai dinamika dunia Islam, berfokus pada pengalaman nyata sehari-hari masyarakat lintas kelompok dan strata sosial di berbagai belahan bumi.
7–11 Oktober 2026 | Jakarta
Epicentrum XXI / Metropole XXI / Taman Ismail Marzuki & Ruang Komunitas
Spreading | Healing | Growing
Madani International Film Festival menghadirkan film, narasi, dan gagasan dari kaum Muslim sebagai mayoritas maupun minoritas, agar khalayak di Indonesia memahami beragamnya kehidupan, mimpi, dan harapan dari kaum Muslim yang lain, lalu menumbuhkan rasa persaudaraan dalam keberagaman yang ada.
Perdana diselenggarakan pada 2018, Madani merupakan festival pertama di Indonesia yang berfokus pada isu masyarakat Muslim. Edisi ke-9 digelar pada 7 sampai 11 Oktober 2026 di Jakarta.
Empat matra penopang festival, bersumber dari dokumen kuratorial resmi MIFF 2026.
Wadah bagi film, narasi, dan gagasan mengenai dinamika dunia Islam, berfokus pada pengalaman nyata sehari-hari masyarakat lintas kelompok dan strata sosial di berbagai belahan bumi.
Eksplorasi aspek peradaban melalui forum diskusi, lokakarya, masterclass, pameran arsip, dan pertunjukan seni yang mempertemukan pemikiran kritis antarbangsa.
Merevitalisasi makna madani sebagai tata warga atau civil society. Menguatkan keterlibatan komunitas, kesetaraan akses, dan keberdayaan ruang publik bersama.
Festival gagasan tentang kota yang berakar pada kata madina. Menjelajah ritme perkotaan Jakarta yang menjalar, ruang hidup komunal, dan konektivitas warga.
Sejak 2022, Madani membuka pintu bagi pembuat film dari seluruh dunia melalui platform Film Freeway. Karya yang lolos kurasi ditayangkan di festival.
Komunitas, kolektif film, dan simpul warga yang menjadi ruang temu bersama festival.
Puluhan komunitas, kolektif, dan mitra akademik berjaringan lintas Jakarta.
Dukungan & Kemitraan Diselenggarakan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kebudayaan, Dewan Kesenian Jakarta, JAKPRO, DISPUSIP, dan Taman Ismail Marzuki.