Apakah yang terjadi ketika teori filsafat kontinental bersua dengan realitas kepulauan Nusantara yang tersebar di ribuan pulau? Catatan kritis ini menelisik relevansi konsep rimpang dalam membaca peta ekosistem sinema komunitas di Indonesia yang tumbuh mandiri di luar orbit industri komersial arus utama.
Festival film bukanlah sekadar ajang karpet merah, melainkan ruang temu dialogis di mana ide-ide alternatif diuji dan dirayakan bersama publik.